04 Februari 2014

Bagian yang membuat utuh

Bagaimana mungkin aku tidak akan menunggu,
Sudah jelas kau adalah bagian kisah yang tak akan bisa ku hapus dari lembaran dalam setiap cerita keseharianku.
Tanpamu jelas akan ada yang kurang.
Tanpamu ceritaku sumbang,
dan tanpamu alurku keliru.
Kau adalah setengah dari satu bagian yang membuat utuh.

Kadang waktu terlalu tega membuat kita menunggu.
Kadang kita yang tidak terlalu sabar menunggu sesuatu yang jelas - jelas pasti akan berlalu.
Waktukah yang tega, atau kitakah yang tidak terlalu sabar?
Mungkin memang kita yang tidak terlalu sabar menunggu sesuatu yang jelas - jelas pasti akan berlalu bersama waktu.
Ingat saja ketika semua digulir kembali,
sudah lama sekali bukan?
Jadi bagaimana mungkin tanpa basa basi kita menganggap waktu yang tega membuat kita menunggu?

Seperti Kehilangan

Sungguh...jika seperti ini aku merasa seperti kehilangan.
seperti ada sesuatu yang pergi, 
Walau jelas memang tidak ada yang hilang,
dan sejatinya tidak ada yang pergi.
Tapi kau tahu bahwa ada yang berbeda,
ada yang berubah dari biasanya.
Aku tahu, kita tidak terlalu lugu untuk memahami apa yang terjadi,
tidak aku ataupun kau.
Ia sudah terlanjur mekar sebelum masanya,
bahkan tumbuh subur bersemi jauh di dasar hati yang tak tersentuh.
Dan aku benar - benar seperti kehilangan

Hari ini kita kembali bersama

Lama sekali waktu membuat kita tak bersama,
Bahkan kesibukan sepertinya membuat kita lupa,
Terlena dengan segala hal yang membuat kita seperti saling tak peduli.
Aku sibuk dengan duniaku, dan begitupun kalian,
Sibuk dengan dunia kalian masing - masing.
Hari ini serasa kembali ke beberapa waktu yang lalu
Masa dimana kita selalu bersama,
Rindu berkumpul untuk saling berbagi.
Bergandengan tangan dengan mesra,
bercerita dan tertawa renyah dengan hal yang saling kita utarakan satu sama lain.
Lama tanpa tawa, dan canda.
Jauh dari senda gurau yang tadi kembali hadir di pelataran menjelang senja.
Dan lagi, hari ini kita kembali bersama.

Keputusan Takdir

Seperti inilah,
Memang akhirnya kita tetap harus menerima keputusan takdir.
Dan sejatinya kita harus ttap ikhlas menerima apa yang kita dapatkan.
Ah...semuanya akan berlalu juga kan sahabat?
Mungkin kali ini takdir harus tega membuat kita terpisah,
Kadang rasanya memang berlebihan,
ketika apa yang kita harapkan dan inginkan kali ini tidak terwujud.
Ketika kita punya harapan untuk bisa selalu bersama dan dipertemukan tapi nyatanya kita terpisah.
Tapi bukankah ttap akan ada hikmah dibalik semuanya?
Bukankah akan lebih banyak lagi kisah baru yang nantinya bisa kita saling bagi dan ceritakan satu sama lain ketika kita berkumpul setelah lama tidak bersama karena ketetapan hari ini?
Insyaa Allah ada hikmahnya sahabat, insyaa allah,
Yang penting kita harus tetap ikhlas, sabar dan tetap semangat menjalani semuanya.
Allah selalu punya skenario yang indah untuk hamba-hambaNya.

25 Januari 2014

Pagi ini kau menangis lagi dik!

Teruntuk adikku tersayang karena jelas memang hanya kau satu - satunya adik yang ku miliki.
Adik yang teramat ku cintai walaupun mungkin kau kadang mempertanyakan cinta dan kasih sayangku.
Jangan menangis lagi yah dik.
Dik...ah, pagi ini kau menangis lagi, sama seperti beberapa malam yang lalu ketika kau menangis karena sesak memikirkan tuntutan perkuliahanmu yang harus diselesaikan.
Menangis karena ada permintaanmu yang mungkin jadi topik hangat bagi ayah dan ibu saat itu.
Adikku yang begitu kuat dan amat sangat jarang menangis,
Amat sangat jarang, karena memang hanya beberapa kali ku temui kau menangis.
Kau begitu berani, begitu tegar.
Seperti selalu garang menghadapi setiap hal yang kau lalui.
Tapi pagi ini kau menangis
Sedih sekali ketika melihatmu menangis dik.
Bahkan jika kau tau,
aku diam - diam menyeka buliran yang menggenang dipelupuk mataku ketika membelakangimu agar kau tidak tahu kalau akupun ikut menangis.
Dik...pagi ini kau menangis lagi.
Maafkan uni yah.

Seseorang yang berarti

Kadang kehadiran seseorang yang berarti bagi kita memang memiliki pengaruh yang besar terhadap apa yang dirasakan, terhadap apa yang dipikirkan dan terhadap apa yang dilakukan.
Mereka berpengaruh besar terhadap banyak hal bahkan terhadap apapun yg ada di hidup kita.
Baik ketika hati sedang dalam kondisi normal, atau ketika hati sedang berada di posisi yang lebih atau sebaliknya ketika hati tengah berada pada posisi yang tidak diinginkan.
Ketika berada dalam keadaan normal atau stabil, kehadiran mereka yang berarti mampu membuat hidup terasa menjadi lebih bermakna, pun ketika sedang berada di posisi yang lebih atau yang sedang diinginkan, kehadirannya membuat apa yang sedang dirasakan menjadi lebih teramat berarti.
Dan lagi ketika sebaliknya saat hati berada pada posisi yang tidak diinginkan, maka ketika inilah kehadirannya akan terasa menjadi lebih amat sangat bermakna dan begitu berarti.
Ketika kau kehilangan semangat, ketika hati resah , ketika gelisah, ketika gundah, dan saat hati sedang tidak berada pada posisinya,
Maka jelas mereka yang berartilah yang bisa dijadikan sandaran, menjadi tempat mencurahkan, dan tempat yang akan mampu menjadikanmu kembali kepada posisi normal sebagaimana mestinya,
Bahkan ketika mampu secara langsung melampiaskan semuanya dan kau mendapatkan hal yang lebih dari yang dibutuhkan hatimu, maka bisa saja dia mampu menjadikanmu jauh merasa lebih baik dari sebelumnya.
Namun, ini bisa terjadi ketika orang yang berarti tersebut juga merasa kita adalah orang yang berarti baginya, atau setidaknya orang yang berarti tersebut adalah mereka yang peduli. Dan mereka mungkin saja orang tua, kakak, adik, "teman sejati", atau sahabatmu.