18 November 2013

Hem...

Musuh terbesar itu ada pada diri sendiri..
Teman terbaik itu juga diri sendiri..
sahabat terbaikpun juga diri sendiri..
yang paling setia dan selalu setia pada diri sendiri adalah diri sendiri...
yang berkhianat pada diri sndiri terkadang jga diri sendiri..
yang bisa jujur pada diri sendiri adalah diri sendiri..
yang berbohong pada diri sendiri terkadang juga diri sendri..
yang bisa mengerti apa yang dirasakan itupun juga diri sendiri..
yang paling paham dan selalu mengerti apa yg diinginkan juga diri sendiri..
motivasi terbesar itu juga terdapat pada diri sendiri..
Mungkin banyak hal yg dbutuhkan dan diharapkan dari org lain it sebenarnya ada pada diri sndiri
dan bisa didapatkan dari diri sendiri,,
tergantung bgmana memilah - milih dan menggunakan sebagaimana mestinya..

"Luka dan Duka"


Walau dibalik semua itu ada luka,
dibalik ketegaran itu ada lelah 
dan dibalik kesabaran itu pasti ada duka
Namun kesabaran serta ketegaran menjadi bingkai untuk yang dihadapi.
semuanya selalu saja disembunyikan lewat senyum.
walau senyum itu menyimpan luka
dan dibalik senyum itu ada duka

Ngomporin Nikah Muda ^_^



~ Ngomporin Nikah Muda ^___^ ~

"Mau nikah tapi belum ada modal mas?"
### Nikah kok pake nunggu ngumpulin modal, emang mau buka toko!. Nikah kok nunggu mapan, nunggu kaya, nunggu sejahtera. Kebalik tuh. Segera nikah, biar segera dimapankan, dikayakan, disejahterakan 

"Tapi saya masih belum lulus kuliah mas?".
### Emang sejak kapan rukun nikah pake ijasah?.

"Saya belum punya kerja
an tetap mas?".

### Nggak penting itu punya pekerjaan tetap, yg penting tetap punya penghasilan 

"Padahal rencana saya nikah umur 30-an gitu mas"
### Coba deh diitung2, umpama cowok nikah usia 30. Anaknya lulus kuliah udah berapa tuh usia sang bapak?. Yup, lebih dari 50 taun. Kalo nikahnya umur 20?. Usia 40-an sudah bisa gendong cucu tuh 

"Apa sih mas perbedaan besar antara pacaran dg nikah?"
Pacaran? Rawan maksiat. Nikah? Rawan rahmat 

"Nikah muda itu bahaya lho mas, psikis pasangan muda kan labil?".
### Mangkanya buruan nikah, biar segera stabil 

"Masak putus? Pacar saya udah sayang banget ma saya mas".
### Buat kalian yg masih melihara pacar, katakan pada pacar kalian, "Bukti cinta sejati bukan "I love you", tapi "qobiltu" 

"Mas, saya nunda nikah karena belum siap dari segi finansial?".
### Lho, kenapa nikahnya yg ditunda, kenapa nggak finansialnya aja yg dipercepat? 

Status ngomporin nikah ntar lagi dilanjut ya. Istri ngajak jalan2 lagi nih 
### Oh ya, jalan2 sama istri itu ngoleksi pahala, lho. Kalo sama pacar? Jawab sendiri dah 

"Cieee, si mas mentang2 udah nikaaah "
### Cieee, mentang2 yg belum berani nikaaah 

"Apa sih mas enaknya nikah muda?"
### Bocoran nih ya, ibu saya dulu nikah usia 17 taun, sekarang di usia beliau yg baru 42 taun, beliau udah tenang, karena anak2nya dah lulus kuliah, bahkan anaknya yg paling imut nih dah berani berumahtangga, hehe 

"Nikah muda itu bahaya lho mas. Rawan perceraian, karena kondisi emosional, finansial, psikis, anak muda masih labil. Nikah muda itu rawan lho mas. Bayi yg lahir oleh pasangan muda itu bla bla bla".
### Udahlah, jangan banyak alesan, diketawain sama ibu saya tuh

"Saya sering liat ada orang dewasa yg nggak nikah2?"
### Lelaki dewasa yg belum juga berani nikah kemungkinannya hanya 2: terlalu banyak maksiat, atau kejantanannya perlu dipertanyakan . Udahlah, daripada tersinggung, mending berubah 

"Jangankan nafkahin istri, nafkahin diri sendiri saja belum bisa!".
### Hah? Usia mudanya dipake ngapain aja tuh?.

"Mas, saya pingin membahagiakan ortu dulu. Masak baru lulus, baru kerja, langsung minta nikah?".
### Hey, bukankah lebih keren kalo kita membahagiakan ortu, istri, juga mertua sekaligus?.

"Saya mau fokus di karir dulu mas".
### Astaghfirullah, masih nggak percaya juga dg firman Tuhan?. Nikah itu ngundang rezeki, bukan malah menghambatnya. Udahlah, pokoknya orang keren adalah orang yg nggak suka cari2 alasan 

"Mas, modal nikah itu berapa sih?"
### Seringan mungkin. Sesederhana mungkin. Muslimah mulia adalah yg ringan maharnya. Resepsi, sesederhana mungkin. Undangan, sehemat mungkin. Jangan boroskan duit di resepsi.

"Mas, adakah penelitian yg membuktikan nikah bikin kaya?"
### Buanyak. Mangkanya sempetin baca buku, nggak baca status doank 

"Kenapa ada yg usai nikah tapi hidupnya malah berantakan?"
### Yg usai nikah dan lebih bahagia juga membludak. Jadi yg salah bukan nikahnya, tapi faktor orangnya 

"Kenapa kita lebih disaranin nikah muda?"
Biar agama kita disempurnakan oleh Tuhan di usia kita yg semuda mungkin 

"Kalo belum ketemu jodoh gimana, mas?"
sebagamana rezeki, begitulah jodoh. Rezeki memang ditangan Tuhan, tapi kalo nggak dijemput ya bakal ditangan Tuhan teruuus 

"Lha cara jemput jodoh itu gimana mas?"
Gitu masih ditanyain? Ckckckck.. katanya udah gedhe 

"Kenapa sih mas dari kemaren ngomporin nikah muda?".
Karena saya pingin anak2 muda sebahagia kami, hehe.

"Boro2 nikah, kuliah aja nggak lulus2. Boro2 nikah, kerja aja nggak dapet2. Boro2 nikah, usaha aja nggak jalan2. Boro2 nikah, ortu aja belum ngizinin. Boro2 nikah, jodoh aja nggak dapet2".
### Ini nih pikiran anak muda yg pesimis. Asal tahu saja nih ya, di luar sana ada banyak banget yg nikah tapi kuliahnya makin lancar, yg nikah dan karirnya makin cepat, yg nikah dan usahanya makin melejit, yg masih muda tapi dapat jodoh yg hebat, yg masih muda tapi udah diizinin ortunya nikah. Kira2 apa yg bedain kalian dg mereka?. Bener, mereka kreatif cari solusi, bukan cuma kreatif cari alesan . Mereka semangat cari jalan keluar, bukan cuma bisa ngeluh sambil fb-an 

"Aduh, mas, puasa2 gini ngomporin nikah "
### Karena puasa itu nikmat banget. Yg dah nikah, sahur dibangunin istri. Yg belom nikah? Betah amat bertaun2 dibangunin alarm . Yg dah nikah, terawih berjalan ke mesjid bareng istri. Yg belom? Kaciiiaaan . Yg dah nikah, buka masakan istri. Yg belom? Betah amat seumur2 nasi bungkusan . Yg dah nikah, pas tilawah, ada yg dengerin, ada yg nyimak, ada yg benerin. Pas tidur, ada yg nemenin. Pas sedih, ada yg dicurhatin. Pas nangis, ada pundak tempat bersandar. *Ciyeee..  Daripada pingin, buruan berbenah, dan segera nikah muda 

Nikah ituuuu, menenangkan. Juga menyenangkan. Beneran. Apalagi nikah muda, beuuh, serasa kayak pacaran. Tapi ini pacarannya keren, pacaran setelah pernikahan 

Daripada protes, daripada tersinggung, daripada panas, daripada pingin, mending berbenah, mending berubah, mending berdoa, semoga bisa tergapai cita-cita nikah muda.

Dikutip dari Fanspage Facebook "Kaligrafi"

Rindu

Saat hati berbicara,
namun lisan tak mampu bersuara,
maka biarkan hati yang merangkainya,
mengeja setiap makna didalamnya,
Saat ingin mengungkap kata,
namun bibir tak mampu berkata - kata,
maka biarkan ia tersimpan sebagai rasa di dalam asa,
ingin sekali kau mengetahuinya,
memaknai untuk bisa mengerti agar mampu memahaminya.
Sahabat,
Aku merindukanmu, teramat merindukanmu.
Semoga kau mampu merasakannya.

Sejatinya Kamu Memang Sendiri

"Kamu tidak akan pernah bisa tahu, paham dan mengerti seseorang hingga kamu melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya,
hingga kamu menyusup ke balik kulitnya,
dan menjalani hidup dengan caranya"
Tidak ada orang lain yang bisa tahu, paham dan mengerti tentang seseorang selain dirinya sendiri.
hati yang mengetahui,
hati yang mengerti,
dan hati yang memahami.
Bukankah segala sesuatunya memang tidak mutlak harus sesuai dengan apa yang kita inginkan dan kita harapkan?
Terkadang apa yg kita inginkan tidak sesuai dengan apa yg kita harapkan,
dan begitupun sebaliknya, terkadang apa yg kita harapkan tidak sesuai dengan apa yg kita inginkan.
Apa yang terjadi sedikitnya mampu memberikan pemahaman
Bahwa "Sejatinya Kamu Memang Sendiri".
Ingat dengan apa yang tadinya dialami?
Bahkan orang - orang yang kau anggap akan sangat mengertipun juga tidak paham.
Jangankan untuk mengerti atau memahami, mencoba untuk memosisikan diripun juga tidak.
Malah mereka menjauh, dan kamu sendiri,
ditinggalkan sendiri dalam suasana hati yang tidak diinginkan.
Dan lagi - lagi "Sejatinya Kamu Memang Sendiri"
Tidak semua manusia mengerti segala perasaan yang ada dihati kita.
tidak pula dapat selalu memahami gejolak jiwa dan raga di dalam diri kita.
janganlah selalu mengharapkan orang lain harus mengerti akan perasaanmu.
walaupun ia adalah sahabat karibmu sendiri.
Bisa jadi hari ini dia adalah orang yg sangat mengerti akan perasaan hatimu.
Namun mungkin juga esok dialah orang yang paling tidak memahamimu.
Belajar untuk tidak terlalu memikirkan sesuatu berlebihan,
jika kamu peduli maka tidak ada tuntutan agar orang lain juga peduli.
Belajar untuk melakukan semua dengan ikhlas, tanpa adanya pengharapan.
 jika suatu saat hal tersebut dialami maka kamu tidak akan berharap bahwa orang lain akan melakukan hal yang sama dengan apa yang kamu lakukan ketika mereka yang mengalami.
Jika semua terulang kembali,setidaknya tidak akan ada lagi kekecewaan
Karena dengan demikian kamu sudah sangat paham, bahwa “Sejatinya Kamu Memang Sendiri”
Ya, “Sejatinya Kamu Memang Sendiri”


Jangan Pernah Menuntut

Bissmillah,
Jangan pernah menuntut, karena jika semua dilakukan agar seseorang juga melakukan hal yang sama dengan apa yang kamu lakukan,
maka bisa jadi saja kamu akan kecewa,
karena belum tentu dia juga akan bersikap sama dengan apa yang kamu lakukan,
belum tentu dia akan memberikan hal yang sama dengan apa yang kamu berikan,
Belum tentu dia seperti yang kamu pikirkan, belum tentu!
Maka belajarlah untuk selalu melakukan semua dengan ikhlas, lakukan semuanya dengan tulus,
jangan terlalu sibuk memikirkan apakah dia akan melakukan hal yang sama dengan apa yang kamu lakukan jika dia berada diposisimu,
atau terlalu sibuk membayangkan apa kamu akan diperlakukan sama dengan cara kamu memperlakukannya jika kamu yang berada diposisinya.
Jangan terlalu sibuk merangkai - rangkai sesuatu yang tidak pasti,
merangkai - rangkai setiap hal yang akan mengganggu ketenangan hatimu bahkan terkadang sampai merusaknya, jangan terlalu sibuk!
Setidaknya dengan apa yang kamu lakukan akan mampu membuktikan banyak hal,
bersikap baik terhadap orang lain tidak harus menunggu orang lain bersikap baik padamu,
Memberikan dan melakukan sesuatu yang ikhlas dan tulus kepada orang lain tidak harus mendapatkan balasan yang sama agar seseorang juga memberikan dan melakukan hal yang sama kepadamu,
Ada aksi pasti ada reaksi, begitu menurut ketentuannya,
namun pada kenyataannya ada reaksi bukan berarti selalu harus ada reaksi,
hidup itu terkadang bicara tentang hukum sebab akibat,
Maka yakin dan percayalah bahwa setiap apa yang dilakukan akan menuai balasan,
Insya Allah sesuatu yang baik akan mendapatkan balasan yang baik pula,
begitupun sebaliknya sesuatu yang buruk akan mendapatkan balasan yang buruk,
dan balasan itu tidak selalu harus kamu dapatkan langsung saat kamu melakukannya, mungkin sekarang, dan bisa saja nanti ketika kamu merasakan hal yang sama dan baru mulai menyadari satu hal,
Allah Maha Tahu, maka Allah lebih tau kapan waktu yang tepat untuk seseorang menuai balasan dari setiap apa yang dilakukan,
Percaya dengan janjiNya dan cukup percayakan hanya padaNya.

18 Oktober 2013

Bissmillah….
Waktu terus berjalan, berlalu dan bergulir bersama waktu. Banyak kisah yang telah terukir di dalam lembar cerita kehidupan. Banyak sekali kisah yang selalu saja bisa hadir dengan dua kemungkinan, dan mungkin saja bertentangan. Suka duka, tangis tawa, bahkan pahit dan manis. Semua silih berganti menghampiri.
Hari ini, satu kisah kembali terukir di dalam lembar cerita kehidupan. Banyak hal yang berarti, banyak hal yang menjadi saksi. Hari ini begitu bermakna, teramat berarti. Tiada satu masapun yang dapat menggantikan kisah yang sudah tertoreh hari ini, tiada satu masapun!
Kadang memang apa yang diinginkan tidak akan pernah selalu bisa sesuai dengan apa yang diharapkan. Sama seperti ketika kita mengawali kisah ini pagi tadi. Dengan senyum merekah dan hati gembira, dengan begitu semangatnya, mengawali kisah dengan kebahagiaan di pagi hari. Namun siapa yang bisa menebak bahwasanya akan tetap hadir duka bersama kesedihan ketika akan mengakhiri kisah hari ini. Tiada satupun yang bisa mengira, tetap hal ini sudah merupakan ketetapan dari skenarioNya. Ketika kita mengawalinya dengan kebahagiaan, tentunya kita berharap kisah ini juga akan tetap berjalan dan berakhir dengan bahagia. Tapi tetap, semua sudah ada yang mengatur dan kita tidak bisa memungkiri. Siapapun tentu ingin semua yang dilewati tetap berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Termasuk kita. Baik itu kau, ataupun aku. Walau sempat terselip duka, walau ada tangis, walau ada kesedihan, namun hari ini banyak pelajaran yang diberikan, banyak sekali hal yang begitu bermakna yang dihadirkan.
Kadang kejujuran memang terasa menyakitkan, namun kau tahu? Bahwa kejujuran yang menyakitkan itu jauh lebih baik dan berarti. Kejujuran dan keterbukaan itu jauh lebih bermakna. Kejujuran itu kadang bisa memberikan penjelasan dan mampu memberikan pengertian. Kejujuran mampu menghadirkan banyak pelajaran. Kejujuran mampu memberikan banyak hal. Maka jangan pernah berusaha untuk menyembunyikannya, berusahalah untuk senantiasa terbuka dan jujur.
Sama halnya ketika kau menyampaikan sesuatu yang tak pernah orang lain tahu, menyampaikan sesuatu yang tak pernah orang lain pahami, menyampaikan sesuatu hal yang kadang sulit untuk orang lain mengerti. Maka ketika kau menyampaikannya dengan jujur, bisa jadi hal itu akan menjadi sesuatu hal yang bermakna, menjadi hal yang berarti bagi yang mampu menerima dengan hati.
Kadang apa yang dipikirkan belum tentu sama halnya dengan apa yang orang lain pikirkan. Apa yang dirasakan belum tentu sama halnya dengan apa yang orang lain rasakan. Maka belajarlah untuk melihat setiap kejadian bukan dari satu sisi, pahami dan lihatlah dari dua sisi atau berbagai sisi. Setiap orang berbeda, termasuk kita. Maka jelas cara penerimaanpun juga pasti akan berbeda. Walau hakikatnya tetap tergantung bagaimana seseorang menerima dan menyikapi, namun sejatinya ia akan tetap bermakna dan akan berarti bahkan teramat berarti. Dan pastinya hanya bagi yang mampu menerima dengan hati.
Terima kasih telah hadir dan masih setia menjadi pelangi yang memberikan warna warni di dalam lembar kehidupan, terima kasih atas goresan hati yang telah ditorehkan dalam kertas cinta, terima kasih telah mengukirkan kembali satu kenangan, terima kasih untuk hari ini, terima kasih untuk banyak hal, terima kasih sahabat. Kau begitu berarti, teramat berarti.